Minggu, 27 Oktober 2013

~ Tetap menanti dan menanti ~

Malam, malam indah yang tersenyum menemani dinginnya malam.
Saat aku terbangun, aku melihat senyum malam itu, dan aku teringat dengan senyum indahmu juga.
Dengan hati yang bingung, saat aku terbangun mengapa nama yang kuingat adalah engkau?
Namun, apakah kamupun sepertiku yang mengingat namaku diwaktu subuh ini?

     Dingin, dinginnya malam ini menusuk hingga kulitku
     Malam, malamku tersenyum namun aku tetap menantimu bersama malamku
     Detik, suara ciri khas 'detik jam' masih menjadi teman malam sepiku
     Menanti, itu yang kulakukan, menanti jawaban rindumu yang menjadi kerinduanku

Hingga aku tertidur, aku berdo'a pada TUHAN biarkan ia berjalan dalam mimpi yang ia ingin
Karna, aku tak ingin memaksakan ia untuk hadir padaku.
Aku hanya menunggu ketulusan ia untuk datang kepadaku walau hanya dimimpi indah.
Aku meneteskan air mata saat aku menanti, dan bersandar kepada lelahnya merindu.

     Aku tak ingin penantian ini akan berlari dengan sebuah kelelahan tak jelas.
     Aku tak ingin menangis saat rinduku mulai melemah dan terpuruk
     Aku hanya ingin penantianku ini berteriak 'AKU RINDU KAMU' dengan suara yang keras.
     Dan tersenyum dengan menanti pertemuan dengan mu dengan sebuah kehangatan rindu

Malam, kini ia terbingungkan dan senyumnya berganti menjadi sedih
Malam, bertanya padaku 'mengapa kamu bersedih saat aku tersenyum manis padamu' ?
Aku hanya terdiam dengan haru, bahwa malampun rindu akan senyumku.
Aku mengatakan 'aku hanya rindu kekasihku disana yang lama tak jumpa denganku'
Malam kembali tersenyum padaku dengan senyum yang mengasihaniku dan terdiam

     Malam, tetaplah denganku, bersamaku temani aku dalam penantian waktu ku ini
     Aku tetap menanti dengan penuh harapan bahwa ia adalah pendampingku kelak
     Malam, tetaplah tersenyum dengan indah temani senyumku dalam penantian ini
     Penantian yang merindukan akan semua hal tentang cara kekasihku yang memanjakanku ..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar